Menelan Kemarahan Sendiri

Ada masalah yang benar-benar saya benci sejak mulai ngeblog bulan Juni lalu..yaitu
koneksi yang juelek…
Sebenarnya saya mau mengeluarkan postingan tentang profil saya yang berarti ada gambarnya tapi sial..lagi-lagi sial. Koneksi buruk jadi kendala dan kata-kata yang paling menyebalkan muncul : “action cancel”.
ya Tuhan sabarkanlah hambamu ini..!!

Maaf ini adalah Postingan paling nggak mutu selama 6 bulan ngeblog

Ingin Mudik…

Kampung Halaman…
Kenapa kampung ku jauh…
Kata dosen: “Manusia adalah makhluk romantis ”

Yah, dosenku ada benarnya. Manusia memang makhluk romantis. Dimana mereka menginginkan keromantismean dalam hatinya. Ingin di sayang. Ingin dimengerti. Dan sedikit bermasalah dengan ’perbedaan’.

Kampung Halaman..
Mengapa aku ingin pulang??

Kampung halaman…
Tempat dimana aku diterima sepenuhnya
Tempat dimana kita tak merasa berbeda

Sawah nan hijau. Derai sungai yang gemericik. Atau jembatan yang mulai rapuh. Tanah becek tempat aku berlari waktu kecil. Atau mungkin ikan-ikan kecil yang kami tangkap dan kami pelihara dalam kolam sebelah rumah. Dan bibi memarahi kami karena baju kami basah dan kotor.

Rintik hujan yang aku rindukan. Bau lembab tanah di pekarangan. Tawa renyah kawan kami. Atau abang tetangga sebelah yang suka mengajak kami jalan-jalan. Dan kami sering main ibu-ibuan, kamu jadi bapaknya, aku jadi ibunya.

Pergi ke masjid dekat rumah. Yah, hari ini kami pasti pergi tarawih. Yang ceramah abang kami. Pulang-nya kami jalan kaki. Melewati pekan yang hanya buka sampai pukul sembilan. Kami membeli gula-gula. Manis…sungguh manis. Awas, jalannya licin. Lampu jalan yang enggan bersinar terang membuat kami hampir tergelincir. Untungnya hari ini kami beruntung. Abangku tak lupa membawa senter. Besok, jangan lupa lagi bawa senter yah? Kata abangku.

Abang ku yang ganteng. Kakak perempuanku yang manis…
Aku ingin pulang…
Tak terasa saat-saat romantis seperti itu..tak kutemukan di sini…di bumi yang kupijak ini.
Dimana orang-orang asing yang tak ku kenal
”Perbedaan adalah khasanah” Kata dosen
Tapi…boleh aku sekali-kali ingin merasa tak berbeda??
Boleh aku tertawa lepas seperti saat itu? Atau bolehkah sekali-kali aku berlari-lari lagi mengejar kupu-kupu di ladang…Boleh kan??

Bang, aku ingin pulang…
 

Yang Rindu Kampoeng Halaman

 

Lily

Benda Yang Paling Berharga

 Saya baru sadar bahwa sebenarnya saya mempunyai benda kesayangan. Ternyata benda yang paling berharga bagi saya adalah jam tangan saya. Sejak SD sampai sekarang saya tidak pernah lupa membawa jam ke mana pun saya pergi. Mungkin hanya sesekali saja saya tidak membawa jam tangan seperti ketika saya harus memakai aksesoris tangan lain dalam acara resepsi misalnya. Dan jam tangan yang paling awet adalah jam tangan saya yang terakhir ini.

Sudah tiga tahun belakangan ini saya mengenakan jam tangan tersebut.
Tapi, aduh…sekarang jam tangan saya kemana ya??
Saya baru sadar ketika dalam perjalanan ke kampus. Memang jam tangan saya sudah mulai longgar jadi besar kemungkinan untuk hilang tanpa sepengetahuan saya😦
Ihiks.. 😥

Memang sih bentuknya sederhana tapi manis. Sebenarnya kenangan yang ada di jam itu yang membuat saya sedikit tidak rela kehilangan dia.
Banyak kenangan bersamanya. Mulai dari tunggang langgang waktu SMA kelas tiga. Pergi les,menemani  try out, menemani SPMB, menunggui saya ketika antri daftar ulang masuk universitas. Ikut kecapekan waktu OSMARU*.
Dia juga membantu saya mengingatkan batas waktu mengerjakan Ujian Akhir Semester. Ikut kepanasan waktu demo. Tergores-gores ketika saya kurang hati-hati saat menggeser meja. Menenangkan saya ketika harus grogi saat menjadi mc suatu acara kecil dikampus.

Dia juga pernah saya siksa dengan jatuh berkali-kali, nyemplung di wastafel, kejatuhan buku kuliahAduh, pokoknya saya penyiksa deh. Untung saja dia tahan banting.

Saya sudah tidak tahu lagi, bagaimana nasibnya sekarang? Apa dia sudah ditemukan orang lain atau parahnya lagi terlindas truk dan hancur berkeping-keping. Yang saya tahu, ketika saya melihat pergelangan tangan kiri sewaktu-waktu, dia tidak bersama saya lagi.

Sebenarnya saya ingin bisa mengantarkannya sampai diperistirahatan terakhir jika ia telah menua dan pensiun dari pekerjaannya. Tapi, ternyata tidak kesampaian….

Selamat jalan kawan…Aku akan merindukamu…Kenangan bersamamu tak akan terlupakan. Kuiringi dengan doa dari jauh…dan ku ucapkan terimakasih atas kesetiaanmu selama ini.

Rasanya saya perlu membeli jam baru lagi. Masalah baru muncul, NGGAK PUNYA DUIT!!!:mrgreen:

___
Catatan kaki :
* OSMARU : Orientasi Mahasiswa Baru

Menulis itu Sulit

Hmm, kalimat itu yang sempat muncul dipikiran saya beberapa kali belakangan ini (lamunan seorang mahasiswa yang lagi nggak ada kerjaan:mrgreen: ). Ya, sejak mempunyai blog ini, baru terasa kalau menulis (untuk dipublikasikan) itu sulit. Kalau dulu, waktu cuma menulis di diary, lah, mau bahasanya campur aduk tiga atau empat bahasa pun nggak masalah. Yang baca kan saya sendiri…orang lain mau pusing juga bodo’ amat. Lagian diary bukan konsumsi publik, kan?

___
Saya merasakan kesulitan pada bagian brainstorming atau pencarian ide.
Terkadang ketika ide, opini berikut fakta-faktanya telah ada dipikiran, tapi begitu di depan komputer, langsung deh tuh, macet..cet..cet.
Bagaimana ya? saya sih inginnya mengungkapkan buah pikiran saya dengan baik atau setidaknya tampak baik.
Hmm, mungkin saya tak bisa dalam sebulan tiba-tiba menjadi orang yang bijaksana. Atau tiba-tiba menjadi ahli dalam teori filsafah hidup. Tapi dengan mulainya saya menulis, kebiasaan lama saya – yang sempat saya lupakan beberapa bulan yang lalu – kembali muncul. Ya, saya sebenarnya suka membaca, entah membaca apa saja, asal saya suka isinya, ya, saya baca.

___
Selain itu, saya juga menemukan beberapa rekan yang ternyata juga hobby surfing di internet dan sepertinya juga memiliki blog. Ada lagi, saya juga jadi tahu banyak tempat browsing yang enak dan murah…:mrgreen:
Apalagi kalau sedang bingung karena tidak ada kegiatan (terutama saat liburan ini), browsing bisa jadi kegiatan mengasyikkan, dan memperbaiki penampakan blog saya (yang masih ancur) ini bisa jadi kegiatan yang menyenangkan.
Hmm, mungkin segala sesuatu memang terasa sulit pada awalnya ya?!

___
Yah harap maklumlah, belum genap sebulan saya mempunyai blog ini…
Tapi dengan pengalaman yang saya peroleh selama pembuatan blog dan pembenahan blog, pastinya akan menjadi pengalaman berharga, dan bisa jadi ini sejarah hidup ya? ha ha ha:mrgreen:
Hmm.. akhirnya, biarlah saya dengan cara menulis yang mungkin masih biasa-biasa saja ini (atau mungkin malah ancur?) tetap bisa eksis di sini.

Eh, habis ini nulis apalagi ya?😉

Seandainya ada Doraemon

(Meramal Masa Depan Lewat Komik)

doraDi liburan yang tidak sepenuhnya liburan ini. Saya sempat teringat akan suatu hal. Waktu kecil atau sekarang juga masih, saya suka sekali membaca komik doraemon. Dulu saya sering berkhayal seandainya ada robot kucing dari abad ke-22 seperti doraemon, pasti enak yah. Apalagi di lagunya doraemon, ada lirik yang berbunyi:
“semua..semua..semua..dapat dikabulkan. dapat dikabulkan dengan kantong ajaib..”
(  jadi geli sendiri:mrgreen: )
Walaupun sudah besar eh dewasa, saya masih sedikit percaya bahwa mungkin saja suatu hari akan ada robot kucing seperti doraemon. Eh, benar, loh. Saya masih mempunyai harapan untuk itu. Dan mungkin saja rekan-rekan dari tehnik malah telah mulai mewujudkannya.
Hal tersebut bisa saja bukan cuma sekadar mimpi. Masih ingat dengan ‘Richie Rich’ si bocah yang kaya raya. Dikisahkan bahwa Richie Rich mempunyai pelayan perempuan ,bernama Irona, yang sangat luwes dalam bekerja. Hmm, mungkin hal itu terlihat seperti khayalan. Tapi, dengan keberhasilan diciptakannya robot ‘ashimo’, dan akhir-akhir ini di Jepang juga telah muncul robot resepsionis atau guide wanita yang seperti manusia sungguhan, sepertinya Irona – si robot pelayan – bukan hal yang mustahil lagi.
Ya, dengan teknologi, memang tak ada yang tak mungkin. Sejak ditemukannya mesin uap sampai mem-booming-nya internet di tahun 90-an, manusia memang semakin menguasai tehnologi dan terus mengembangkannya.
Tapi, layaknya dua sisi mata uang, selain dampak positif, pastilah ada dampak buruk dari sebuah kemajuan tehnologi.

___

Mungkin anda pernah mendengar atau membaca tentang cerita komik bahwa pada abad ke -22 akan ada suatu bangsa yang berjalan dengan kaki robot karena kakinya sendiri sangat lemah untuk berjalan.
Coba bandingkan dengan hal ini :
Orang zaman dahulu mempunyai fisik yang kuat untuk naik-turun bukit atau melakukan perjalanan jauh. Tapi orang zaman sekarang – terutama perkotaan – makin enggan berjalan kaki dan lebih memilih naik kendaraan umum maupun pribadi. Dan kalau di suruh berjalan jauh, pasti juga enggan karena kita tahu bakalan capek dan tidak kuat.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada umumnya fisik orang zaman dulu lebih kuat dari pada orang zaman sekarang. Ini menunjukkan bisa jadi manusia akan semakin manja dan sangat tergantung tehnologi.

Atau anda mungkin pernah mendengar kisah bahwa suatu hari (mungkin di abad ke-22) para robot ingin menguasai dunia dan memusnahkan manusia dari peradaban.
Bisa jadi hal tersebut ada benarnya, meskipun mungkin tak se-ektsrim itu. Tapi coba kita ingat. Tahun 2006 silam, sempat terjadi gempa hebat yang menyebabkan serat optik (untuk jaringan internet) di bawah laut rusak. Akibanya sudah dapat ditebak. Dalam beberapa hari banyak sektor kehidupan terganggu dan mengalami kekacauan, termasuk sektor ekonomi (terutama e-business*).
Dan coba apa jadinya kalau tiba-tiba file-file tugas kita hilang…dunia serasa mau kiamat. Apalagi kalau tidak berhasil ditemukan😦
Nah, sepertinya lama-kelamaan, komputer, robot, dan sebangsanya semakin mendarah daging di kehidupan kita. Bahkan bisa dikatakan kalau kita mulai mengalami ketergantungan berkelanjutan padanya??
Yah, tidak apa-lah. Sejauh ini tehnologi masih dalam kendali kita kan ? (mudah-mudahan perkiraan saya tidak salah)
Semoga dongeng tentang robot yang ingin menguasai dunia dan memusnahkan manusia akan tetap menjadi dongeng sebelum tidur belaka😉

___

Seharusnya hal ini justru memancing kita untuk makin menguasai tehnologi bukannya dikuasai tehnologi dan kemajuan tehnologi seyogyanya tidak menjadikan manusia semakin manja. Betul?
Yah, inilah hasil lamunan saya selama seminggu (di sela-sela semester pendek:mrgreen: ). Ada tanggapan?

Footnote :
* e-business : electronic business. Bisnis yang dalam operasinya menggunakan fasilitas seperti jaringan internet misalnya.

Ribut-ribut SPMB

Based on true story…

Tulisan di bawah ini mungkin tidak hanya menjadi pengalaman saya sendiri. bisa jadi anda juga mengalaminya”

Beberapa minggu terakhir, kampus saya dipadati oleh pendaftar SPMB Nasional. Orang-orang (baca:karyawan) di kampus pun tampak sibuk melayanai para pendaftar. Melihat mereka – para pendaftar SPMB – tampak antusias, saya jadi teringat…mungkin sekitar dua tahun yang lalu dimana saya dan teman-teman berjuang mati-matian dipertarungan se -Indonesia yang disebut SPMB (Seleksi Penerimaan Mahaiswa Baru) Nasional.

Dua tahun yang lalu, memang menjadi kenangan tersendiri bagi saya di saat cucuran keringat dan tetesan air mata menjadi satu (halah-halah bahasanya :mrgreen:). Ya, kami memang berjuang habis-habisan. Bahkan masalah lolos atau tidak sudah menjadi urusan belakangan. toh, yang kami tahu, kami sudah berusaha keras.

Pagi-pagi selalu terburu-buru untuk jam tambahan. Pulang les jam lima sore menjadi hal yang biasa (bahkan ada yang sampai jam 9 malam). Tangan keriting karena PR yang tak tanggung-tanggung. Otak penuh dengan nulangan harian. Hanya untuk dua hari yang di tunggu-tunggu itu (Ugh..sebenarnya menyebalkan sih :mad:)

Hmm..terkadang kenangan semacam ini merupakan motivator bagi saya di saat mulai malas kuliah:mrgreen:

Jadi, beruntunglah bagi kita yang pernah bersusah payah berjuang🙂

Cerita-cerita nggak penting seputar SPMB

Saya juga suka senyum-senyum sendiri kalau teringat kekonyolan, keanehan, dan kejadian-kejadian lucu saat itu (wah, kalau diceritakan bakalan panjang!). Mulai dari yang tidak bisa tidur-lah. ‘Kebelet’ saat tes-lah. Ada yang saltum-lah, dan gosip-gosip nggak penting lainnya.

Bahkan ada juga dialog populer pasca SPMB :

X : Eh, gimana? bisa ngerjain nggak?

Y : Ah, nggak tau, deh. Pasrah aja. Lembar soalnya aja malah udah ku buang

X : ?!?!

(Si Y ngomong begitu karena dia sedang mengalami masa krisis plus pesimistis pasca SPMB :mrgreen:)

Terus..ada juga cerita misterinya….

Waktu tes, meja disebelah kanan dan kiri saya kosong sejak hari pertama, padahal kedua meja tersebut ada nomor pesertanya. Sore harinya, saya menemukan koran yang tergeletak di teras dengan judul artikel “Dua peserta SPMB tewas mengenaskan di tabrak truk”

hi..jangan-jangan..

___

Saya rasa setiap orang pasti punya kesan yang berbeda-beda tentang pengalamn SPMB-nya. Benar, kan?

(he..he…:mrgreen: sedang merasa bangga karena pernah SPMB😎 )

Ps : untuk rekan-rekan yang berjuang di SPMB Nasional tahun ini : SEMANGAT !!!

  

kapan puasnya ?

manusia tidak ada puasnya. kapan manusia puas?

orang miskin, ingin jadi orang kaya. orang kaya ingin lebih kaya

orang kaya ketakutan hartanya hilang.

orang biasa ingin tenar. orang biasa ingin jadi selebritis.

selebritis bingung karena dikuntit wartawan. artis bingung sembunyikan aib.

orang tidak punya anak bingung. orang punya banyak anak bingung kasih makannya

orang tidak bisa kuliah gundah. orang kuliah pusing kebanyakan tugas.

semua orang suka mengeluh

aku juga suka mengeluh

cantik bingung. cakep bingung. jelek tambah bingung.

belum lulus bingung. sudah lulus makin bingung

lalu kapan manusia tidak bingung?

kenapa sih manusia begitu?

kapan manusia puasnya ?



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.