Kampung Halaman…
Kenapa kampung ku jauh…
Kata dosen: “Manusia adalah makhluk romantis ”
Yah, dosenku ada benarnya. Manusia memang makhluk romantis. Dimana mereka menginginkan keromantismean dalam hatinya. Ingin di sayang. Ingin dimengerti. Dan sedikit bermasalah dengan ’perbedaan’.
Kampung Halaman..
Mengapa aku ingin pulang??
Kampung halaman…
Tempat dimana aku diterima sepenuhnya
Tempat dimana kita tak merasa berbeda
Sawah nan hijau. Derai sungai yang gemericik. Atau jembatan yang mulai rapuh. Tanah becek tempat aku berlari waktu kecil. Atau mungkin ikan-ikan kecil yang kami tangkap dan kami pelihara dalam kolam sebelah rumah. Dan bibi memarahi kami karena baju kami basah dan kotor.
Rintik hujan yang aku rindukan. Bau lembab tanah di pekarangan. Tawa renyah kawan kami. Atau abang tetangga sebelah yang suka mengajak kami jalan-jalan. Dan kami sering main ibu-ibuan, kamu jadi bapaknya, aku jadi ibunya.
Pergi ke masjid dekat rumah. Yah, hari ini kami pasti pergi tarawih. Yang ceramah abang kami. Pulang-nya kami jalan kaki. Melewati pekan yang hanya buka sampai pukul sembilan. Kami membeli gula-gula. Manis…sungguh manis. Awas, jalannya licin. Lampu jalan yang enggan bersinar terang membuat kami hampir tergelincir. Untungnya hari ini kami beruntung. Abangku tak lupa membawa senter. Besok, jangan lupa lagi bawa senter yah? Kata abangku.
Abang ku yang ganteng. Kakak perempuanku yang manis…
Aku ingin pulang…
Tak terasa saat-saat romantis seperti itu..tak kutemukan di sini…di bumi yang kupijak ini.
Dimana orang-orang asing yang tak ku kenal
”Perbedaan adalah khasanah” Kata dosen
Tapi…boleh aku sekali-kali ingin merasa tak berbeda??
Boleh aku tertawa lepas seperti saat itu? Atau bolehkah sekali-kali aku berlari-lari lagi mengejar kupu-kupu di ladang…Boleh kan??
Bang, aku ingin pulang…
Yang Rindu Kampoeng Halaman
Lily
Recent Comments