Archive for the 'diary' Category

Menelan Kemarahan Sendiri

Ada masalah yang benar-benar saya benci sejak mulai ngeblog bulan Juni lalu..yaitu
koneksi yang juelek…
Sebenarnya saya mau mengeluarkan postingan tentang profil saya yang berarti ada gambarnya tapi sial..lagi-lagi sial. Koneksi buruk jadi kendala dan kata-kata yang paling menyebalkan muncul : “action cancel”.
ya Tuhan sabarkanlah hambamu ini..!!

Maaf ini adalah Postingan paling nggak mutu selama 6 bulan ngeblog

Benda Yang Paling Berharga

 Saya baru sadar bahwa sebenarnya saya mempunyai benda kesayangan. Ternyata benda yang paling berharga bagi saya adalah jam tangan saya. Sejak SD sampai sekarang saya tidak pernah lupa membawa jam ke mana pun saya pergi. Mungkin hanya sesekali saja saya tidak membawa jam tangan seperti ketika saya harus memakai aksesoris tangan lain dalam acara resepsi misalnya. Dan jam tangan yang paling awet adalah jam tangan saya yang terakhir ini.

Sudah tiga tahun belakangan ini saya mengenakan jam tangan tersebut.
Tapi, aduh…sekarang jam tangan saya kemana ya??
Saya baru sadar ketika dalam perjalanan ke kampus. Memang jam tangan saya sudah mulai longgar jadi besar kemungkinan untuk hilang tanpa sepengetahuan saya :(
Ihiks..  :cry:

Memang sih bentuknya sederhana tapi manis. Sebenarnya kenangan yang ada di jam itu yang membuat saya sedikit tidak rela kehilangan dia.
Banyak kenangan bersamanya. Mulai dari tunggang langgang waktu SMA kelas tiga. Pergi les,menemani  try out, menemani SPMB, menunggui saya ketika antri daftar ulang masuk universitas. Ikut kecapekan waktu OSMARU*.
Dia juga membantu saya mengingatkan batas waktu mengerjakan Ujian Akhir Semester. Ikut kepanasan waktu demo. Tergores-gores ketika saya kurang hati-hati saat menggeser meja. Menenangkan saya ketika harus grogi saat menjadi mc suatu acara kecil dikampus.

Dia juga pernah saya siksa dengan jatuh berkali-kali, nyemplung di wastafel, kejatuhan buku kuliahAduh, pokoknya saya penyiksa deh. Untung saja dia tahan banting.

Saya sudah tidak tahu lagi, bagaimana nasibnya sekarang? Apa dia sudah ditemukan orang lain atau parahnya lagi terlindas truk dan hancur berkeping-keping. Yang saya tahu, ketika saya melihat pergelangan tangan kiri sewaktu-waktu, dia tidak bersama saya lagi.

Sebenarnya saya ingin bisa mengantarkannya sampai diperistirahatan terakhir jika ia telah menua dan pensiun dari pekerjaannya. Tapi, ternyata tidak kesampaian….

Selamat jalan kawan…Aku akan merindukamu…Kenangan bersamamu tak akan terlupakan. Kuiringi dengan doa dari jauh…dan ku ucapkan terimakasih atas kesetiaanmu selama ini.

Rasanya saya perlu membeli jam baru lagi. Masalah baru muncul, NGGAK PUNYA DUIT!!! :mrgreen:

___
Catatan kaki :
* OSMARU : Orientasi Mahasiswa Baru

Ribut-ribut SPMB

Based on true story…

Tulisan di bawah ini mungkin tidak hanya menjadi pengalaman saya sendiri. bisa jadi anda juga mengalaminya”

Beberapa minggu terakhir, kampus saya dipadati oleh pendaftar SPMB Nasional. Orang-orang (baca:karyawan) di kampus pun tampak sibuk melayanai para pendaftar. Melihat mereka – para pendaftar SPMB – tampak antusias, saya jadi teringat…mungkin sekitar dua tahun yang lalu dimana saya dan teman-teman berjuang mati-matian dipertarungan se -Indonesia yang disebut SPMB (Seleksi Penerimaan Mahaiswa Baru) Nasional.

Dua tahun yang lalu, memang menjadi kenangan tersendiri bagi saya di saat cucuran keringat dan tetesan air mata menjadi satu (halah-halah bahasanya :mrgreen: ). Ya, kami memang berjuang habis-habisan. Bahkan masalah lolos atau tidak sudah menjadi urusan belakangan. toh, yang kami tahu, kami sudah berusaha keras.

Pagi-pagi selalu terburu-buru untuk jam tambahan. Pulang les jam lima sore menjadi hal yang biasa (bahkan ada yang sampai jam 9 malam). Tangan keriting karena PR yang tak tanggung-tanggung. Otak penuh dengan nulangan harian. Hanya untuk dua hari yang di tunggu-tunggu itu (Ugh..sebenarnya menyebalkan sih :mad: )

Hmm..terkadang kenangan semacam ini merupakan motivator bagi saya di saat mulai malas kuliah :mrgreen:

Jadi, beruntunglah bagi kita yang pernah bersusah payah berjuang :)

Cerita-cerita nggak penting seputar SPMB

Saya juga suka senyum-senyum sendiri kalau teringat kekonyolan, keanehan, dan kejadian-kejadian lucu saat itu (wah, kalau diceritakan bakalan panjang!). Mulai dari yang tidak bisa tidur-lah. ‘Kebelet’ saat tes-lah. Ada yang saltum-lah, dan gosip-gosip nggak penting lainnya.

Bahkan ada juga dialog populer pasca SPMB :

X : Eh, gimana? bisa ngerjain nggak?

Y : Ah, nggak tau, deh. Pasrah aja. Lembar soalnya aja malah udah ku buang

X : ?!?!

(Si Y ngomong begitu karena dia sedang mengalami masa krisis plus pesimistis pasca SPMB :mrgreen: )

Terus..ada juga cerita misterinya….

Waktu tes, meja disebelah kanan dan kiri saya kosong sejak hari pertama, padahal kedua meja tersebut ada nomor pesertanya. Sore harinya, saya menemukan koran yang tergeletak di teras dengan judul artikel “Dua peserta SPMB tewas mengenaskan di tabrak truk”

hi..jangan-jangan..

___

Saya rasa setiap orang pasti punya kesan yang berbeda-beda tentang pengalamn SPMB-nya. Benar, kan?

(he..he… :mrgreen: sedang merasa bangga karena pernah SPMB :cool: )

Ps : untuk rekan-rekan yang berjuang di SPMB Nasional tahun ini : SEMANGAT !!!