Benda Yang Paling Berharga

 Saya baru sadar bahwa sebenarnya saya mempunyai benda kesayangan. Ternyata benda yang paling berharga bagi saya adalah jam tangan saya. Sejak SD sampai sekarang saya tidak pernah lupa membawa jam ke mana pun saya pergi. Mungkin hanya sesekali saja saya tidak membawa jam tangan seperti ketika saya harus memakai aksesoris tangan lain dalam acara resepsi misalnya. Dan jam tangan yang paling awet adalah jam tangan saya yang terakhir ini.

Sudah tiga tahun belakangan ini saya mengenakan jam tangan tersebut.
Tapi, aduh…sekarang jam tangan saya kemana ya??
Saya baru sadar ketika dalam perjalanan ke kampus. Memang jam tangan saya sudah mulai longgar jadi besar kemungkinan untuk hilang tanpa sepengetahuan saya :(
Ihiks..  :cry:

Memang sih bentuknya sederhana tapi manis. Sebenarnya kenangan yang ada di jam itu yang membuat saya sedikit tidak rela kehilangan dia.
Banyak kenangan bersamanya. Mulai dari tunggang langgang waktu SMA kelas tiga. Pergi les,menemani  try out, menemani SPMB, menunggui saya ketika antri daftar ulang masuk universitas. Ikut kecapekan waktu OSMARU*.
Dia juga membantu saya mengingatkan batas waktu mengerjakan Ujian Akhir Semester. Ikut kepanasan waktu demo. Tergores-gores ketika saya kurang hati-hati saat menggeser meja. Menenangkan saya ketika harus grogi saat menjadi mc suatu acara kecil dikampus.

Dia juga pernah saya siksa dengan jatuh berkali-kali, nyemplung di wastafel, kejatuhan buku kuliahAduh, pokoknya saya penyiksa deh. Untung saja dia tahan banting.

Saya sudah tidak tahu lagi, bagaimana nasibnya sekarang? Apa dia sudah ditemukan orang lain atau parahnya lagi terlindas truk dan hancur berkeping-keping. Yang saya tahu, ketika saya melihat pergelangan tangan kiri sewaktu-waktu, dia tidak bersama saya lagi.

Sebenarnya saya ingin bisa mengantarkannya sampai diperistirahatan terakhir jika ia telah menua dan pensiun dari pekerjaannya. Tapi, ternyata tidak kesampaian….

Selamat jalan kawan…Aku akan merindukamu…Kenangan bersamamu tak akan terlupakan. Kuiringi dengan doa dari jauh…dan ku ucapkan terimakasih atas kesetiaanmu selama ini.

Rasanya saya perlu membeli jam baru lagi. Masalah baru muncul, NGGAK PUNYA DUIT!!! :mrgreen:

___
Catatan kaki :
* OSMARU : Orientasi Mahasiswa Baru

7 Responses to “Benda Yang Paling Berharga”


  1. 1 Takodok! July 27, 2007 at 5:44 pm

    Aduh..memang gak enak kalo kehilangan barang, apalagi yang punya sejarah panjang :(

    Coba diliat lagi, sapa tau keselip dimana gituh, di tas mungkin? Tapi kalo emang raib, mudah2an dapat ganti yg lebih baik :)

  2. 2 Fajar July 27, 2007 at 7:11 pm

    wah sayang ya ilang
    saya juga punya jam pemberian orang tua, biarpun gak keren tapi berharga
    :)

  3. 3 lily July 30, 2007 at 10:29 am

    @takodok
    iya udah sampai ngobrak-ngabrik kamar tapi emang nggak ketemu. apa perlu ngobrak-ngabrik kampus ya??? :mrgreen:

    @fajar
    yak, that’s the point. yang penting kan kenangannya itu.
    :cry: *saya sedang berusaha merengek minta dibeliin yang baru*

  4. 4 Ahmad Ridwan July 30, 2007 at 5:08 pm

    Ntar masang jam tangannya harusnya di tangan kanan, jangan di tangan kiri… Biar jadi lebih barokah… :razz:

  5. 5 Mihael "D.B." Ellinsworth July 30, 2007 at 5:36 pm

    Haduh, haduh. Saya juga kalau mempunyai barang kesayangan, malah menjadi posesif dengannya. Sayangnya tidak bisa diwujudkan dengan perbuatan. Seringkali terjadi tidak seperti yang diharapkan.-

  6. 6 sikabayan August 1, 2007 at 6:16 pm

    euh… hanya ingin membaca… tapinyah ngga tahan ingin komen… hikz
    kabayan juga seringkali lupa telah banyak sekali menerima jasa barang2… ingatnyah kalau sudah hilang…

  7. 7 chahya December 1, 2007 at 2:40 pm

    wah, kalau aku baru makai jam tangan waktu kuliah………..
    sejak dulu ga pernah pake jam tangan…..hehehe


Leave a Reply