Based on true story…
“Tulisan di bawah ini mungkin tidak hanya menjadi pengalaman saya sendiri. bisa jadi anda juga mengalaminya”
Beberapa minggu terakhir, kampus saya dipadati oleh pendaftar SPMB Nasional. Orang-orang (baca:karyawan) di kampus pun tampak sibuk melayanai para pendaftar. Melihat mereka – para pendaftar SPMB – tampak antusias, saya jadi teringat…mungkin sekitar dua tahun yang lalu dimana saya dan teman-teman berjuang mati-matian dipertarungan se -Indonesia yang disebut SPMB (Seleksi Penerimaan Mahaiswa Baru) Nasional.
Dua tahun yang lalu, memang menjadi kenangan tersendiri bagi saya di saat cucuran keringat dan tetesan air mata menjadi satu (halah-halah bahasanya
). Ya, kami memang berjuang habis-habisan. Bahkan masalah lolos atau tidak sudah menjadi urusan belakangan. toh, yang kami tahu, kami sudah berusaha keras.
Pagi-pagi selalu terburu-buru untuk jam tambahan. Pulang les jam lima sore menjadi hal yang biasa (bahkan ada yang sampai jam 9 malam). Tangan keriting karena PR yang tak tanggung-tanggung. Otak penuh dengan nulangan harian. Hanya untuk dua hari yang di tunggu-tunggu itu (Ugh..sebenarnya menyebalkan sih
)
Hmm..terkadang kenangan semacam ini merupakan motivator bagi saya di saat mulai malas kuliah
Jadi, beruntunglah bagi kita yang pernah bersusah payah berjuang
Cerita-cerita nggak penting seputar SPMB
Saya juga suka senyum-senyum sendiri kalau teringat kekonyolan, keanehan, dan kejadian-kejadian lucu saat itu (wah, kalau diceritakan bakalan panjang!). Mulai dari yang tidak bisa tidur-lah. ‘Kebelet’ saat tes-lah. Ada yang saltum-lah, dan gosip-gosip nggak penting lainnya.
Bahkan ada juga dialog populer pasca SPMB :
X : Eh, gimana? bisa ngerjain nggak?
Y : Ah, nggak tau, deh. Pasrah aja. Lembar soalnya aja malah udah ku buang
X : ?!?!
(Si Y ngomong begitu karena dia sedang mengalami masa krisis plus pesimistis pasca SPMB
)
Terus..ada juga cerita misterinya….
Waktu tes, meja disebelah kanan dan kiri saya kosong sejak hari pertama, padahal kedua meja tersebut ada nomor pesertanya. Sore harinya, saya menemukan koran yang tergeletak di teras dengan judul artikel “Dua peserta SPMB tewas mengenaskan di tabrak truk”
hi..jangan-jangan..
___
Saya rasa setiap orang pasti punya kesan yang berbeda-beda tentang pengalamn SPMB-nya. Benar, kan?
(he..he…
sedang merasa bangga karena pernah SPMB
)
Ps : untuk rekan-rekan yang berjuang di SPMB Nasional tahun ini : SEMANGAT !!!
Recent Comments